PENGARUH MINAT BELAJAR SISWA KELAS X (
SEPULUH ) TERHADAP MATA PELAJARAN BIOLOGI . TENTANG KEANEKARAGAMAN HAYATI
DISEKOLAH SMK DR.WAHIDIN MAKASSAR
Oleh
RABIA`AH AL ADAWIYYAH
NIM : 1384205042
NIM : 1384205042
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
STKIP BIOLOGI
MAROS MAKASSAR
2016
STKIP BIOLOGI
MAROS MAKASSAR
2016
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pendidikan
merupakan hal yang penting didalam kehidupan dimana Pendidikan dapat menyiapkan
manusia-manusia yang mampu mempertahankan. mempertinggi kualitas kehidupannya sehingga dapat meningkatkan pembangunan manusia seutuhnya. Menurut Adrian (2004) pendidikan adalah usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi
Sumber Daya Manusia (SDM) melalui kegiatan pembelajaran.
Menurut Nana Sudjana
(1989:39) “hasil belajar
yang dicapai siswa dipengaruhi
oleh dua faktor utama yakni faktor dari dalam diri siswa itu dan faktor
yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan”. Salah satu faktor internal
(faktor dari dalam diri siswa) yang
turut menentukan keberhasilan belajar siswa adalah
minat. Minat menjadi sumber motivasi
yang kuat untuk belajar dan menjadi penyebab partisipasi dan keaktifan
siswa dalam kegiatan pembelajaran. Tanpa adanya minat belajar dalam diri siswa, maka akan
mengakibatkan
kurang
optimalnya hasil dalam proses pembelajaran. Dikatakan demikian karena menurut Slameto (2003:108)
siswa yang memiliki minat terhadap subjek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subjek tersebut. Untuk
membangkitkan minat belajar siswa, guru memiliki peranan yang penting. Guru harus kreatif menciptakan metode penyampaian materi karena cara mengajar
guru dapat mempengaruhi tinggi atau rendahnya minat belajar siswa.
Minat pada
dasarnya adalah penerimaan
akan suatu hubungan antara diri
sendiri dengan sesuatu diluar diri. Semakin kuat atau
dekat hubungan tersebut, semakin besar minatnya.
Menurut Slameto (dalam H. Djali, 2008:121) “minat adalah rasa lebih suka dan ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas
tanpa ada yang
menyuruh’. Sedangkan Sutikno (2007:15)
berpendapat “Minat merupakan
kecenderungan yang tetap untuk
memperhatikan dan
mengenang beberapa kegiatan. Menurut
Muhibbin Syah (2003:151) secara sederhana, minat (interest)
berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu”. Minat besar sekali pengaruhnya terhadap kegiatan seseorang sebab dengan minat ia akan melakukan sesuatu yang diminatinya.
Sebaliknya tanpa minat seseorang
tidak mungkin melakukan sesuatu. Dengan kata lain minat
merupakan penyebab seseorang
mengerjakan sesuatu yang diinginkannya. Minat belajar dapat kita definisikan sebagai ketertarikan dan kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan terlibat
dalam aktivitas belajar
karena menyadari pentingnya atau bernilainya hal yang ia pelajari
Dalam penyelenggaraan proses belajar dikelas ada
beberapa teori atau pandangan belajar yang diterapkan
oleh sekolah dalam hal ini seorang
pendidik. Salah satunya adalah teori atau pandangan
belajar konstruktivisme. Teori belajar konstruktivisme menekankan bahwa pengetahuan itu adalah konstruksi
(bentukan) dari diri sendiri. Dalam hal ini proses pembelajaran
berpusat pada siswa sebagai subjek belajar. Secara sederhana aliran konstruktivisme beranggapan
bahwa pengetahuan merupakan
konstruksi dari yang mengetahui
sesuatu. Pengetahuan itu bukanlah
suatu fakta yang tinggal ditemukan, melainkan suatu perumusan yang diciptakan orang yang
sedang mempelajarinya. Jadi
seseorang yang belajar itu membentuk pengertian
Sardiman
(2011: 37-38) menjelaskan bahwa,
Dalam pandangan dan teori konstuktivisme, belajar
merupakan proses aktif dari si subjek untuk merekonstruksi
makna, sesuatu entah itu teks, kegiatan
dialog, pengalaman fisik dan lain-lain. Belajar merupakan proses
mengasimilasikan dan menghubungkan pengalaman atau bahan yang dipelajarinya dengan pengertian yang
sudah dimiliki, sehingga pengertiannya menjadi berkembang. Jadi, menurut teori konstruktivisme, belajar adalah kegiatan yang
aktif dimana si subjek belajar membangun
sendiri pengetahuannya. Sesuai dengan prisnsip-prisnsip tersebut,
maka proses mengajar
yang dilaksanakan oleh guru bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan dari guru ke subjek belajar/siswa,
tetapi suatu kegiatan yang memungkinkan subjek belajar
merekonstruksi sendiri pengetahuannya
B. Identifikasi Masalah
1.
Hasil belajar siswa dalam pembelajarn BIOLOGI Materi
Keanekaragaman Hayati. Masih banyak siswa yang mendapat nilai dibawah 80 dan
rata-rata kelas hanya mencapai 70.
2.
Aktivitas siswa dalam pembelajaran BIOLOGI tentang Materi
Keanekaragam Hayati masih rendah.kebanyakan siswa masih ribut dan belum siap
menghadapi pembelajaran.
C. Pembatasan Masalah
Kurangnya pengetahuan siswa
tentang materi Keanekaragaman hayati maka penulis membatasi siswa maupun siswi
menggunakan Handphon saat proses belajar berlangsung dan tidak berbicara saat
berada diruang kelas.
D. Rumusan Masalah
Agar
dapat kejelasan dan ketegasan yang menjadi masalah pokok dalam penelitian ini
maka penulis memutuskan masalah agar tidak menimbulkan berbagai macam
penafsiran yang berbeda
1.Bagaimana gambaran tingkat
kreatifitas siswa di SMK DR.WAHIDIN
MAKASSAR ?
2. Bagaimana peranan guru biologi
dalam meningkatkan kreatifitas siswa
di SMK
DR.WAHIDIN MAKASSAR ?
E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan masalah diatas. Maka penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahn yang dirumuskan. Secara rinci tujuan penelitian ini adalah :
a.
Untuk mengetahui tingkat krativitas anak di Smk
Dr.Wahidin Makassar.
b.
Untuk mengetahui peran guru dalam
meningkatkan kreativitas anak dalam mata pelajaran biologi tentang keanekaragaman Hayati di Smk Dr.Wahidin makasar .
meningkatkan kreativitas anak dalam mata pelajaran biologi tentang keanekaragaman Hayati di Smk Dr.Wahidin makasar .
F. Hipotesis Penelitian
Hipotesis
ini merupakan dugaan sementara yang nantinya akan menjadi bahan acuan dalam
pembahasan selanjutnya , maka penulis mengemukakan hipotesis ini sebagai
berikut :
1. Tingkat kreativitas anak di SMK
DR.WAHIDIN MAKASSAR sangat memuaskan. Mereka dapat menciptakan ide-ide baru sekaligus menciptakan hasil karya yang dapat menumbuh kembangkan
kreatifitas mereka.
2. Peran guru sebagai pendidik ( nurturer )
merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas-tugas
memberi bantuan dan dorongan.
G. Kegunaan Penelitian
a.
Meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun perencanaan
pembelajaran pada pelajaran biologi tentang keanekaragaman hayati.
b.
Meningkatkan pemahaman siswa dalam pelajarn biologi
tentang keaneka ragaman hayati.
H. Definisi Istilah atau Definisi oprasional
Untuk memudahkan pemahaman dalam
penulisan karya tulis ilmiah ini maka terlebih dahulu
dikemukakan pengertian judul yang dimaksud.
Adapun
judul penelitian ini adalah “PENGARUH MINAT BELAJAR SISWA KELAS X ( SEPULUH
) TERHADAP MATA PELAJARAN BIOLOGI . TENTANG KEANEKARAGAMAN HAYATI DISEKOLAH SMK
DR.WAHIDIN MAKASSAR “
1.
Peranan adalah sesuatu yang jadi bagian atau memegang
pimpinan terutama dalam terjadinya sesuatu hal atau peristiwa
2.
Siswa adalah komponen masukan dalam sistem pendidikan, yang
selanjutnya diproses dalam pendidikan , sehingga menjadi manusia yang
berkwalitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar