Rabu, 26 Oktober 2016

Pembuatan KTI ( PROPOSAL )



PENGARUH MINAT BELAJAR SISWA KELAS X ( SEPULUH ) TERHADAP MATA PELAJARAN BIOLOGI . TENTANG KEANEKARAGAMAN HAYATI DISEKOLAH SMK DR.WAHIDIN MAKASSAR




Oleh
RABIA`AH AL ADAWIYYAH
NIM : 1384205042






 


JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
STKIP BIOLOGI
MAROS MAKASSAR
201
6

BAB I PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

Pendidikan merupakan hal yang penting didalam kehidupan dimana Pendidikan dapat menyiapkan manusia-manusia yang mampu mempertahankan. mempertinggi kualitas kehidupannya sehingga dapat meningkatkan pembangunan manusia seutuhnya. Menurut Adrian (2004) pendidikan adalah usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) melalui kegiatan pembelajaran.
Menurut Nana Sudjana (1989:39) “hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yakni faktor dari dalam diri siswa itu dan faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan”. Salah satu faktor internal (faktor dari dalam diri siswa) yang turut menentukan keberhasilan belajar siswa adalah minat. Minat menjadi sumber motivasi yang kuat untuk belajar dan menjadi penyebab partisipasi dan keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Tanpa adanya  minat  belajar   dalam  diri  siswa,  maka  akan  mengakibatkan  kurang optimalnya hasil dalam proses pembelajaran. Dikatakan demikian karena menurut Slameto (2003:108) siswa yang memiliki minat terhadap subjek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subjek tersebut. Untuk membangkitkan minat belajar siswa, guru memiliki peranan yang penting. Guru harus kreatif menciptakan metode penyampaian materi karena cara mengajar guru dapat mempengaruhi tinggi atau rendahnya minat belajar siswa.
Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin  besar  minatnya.  Menurut  Slameto  (dalam  H.  Djali,  2008:121)  “minat adalah rasa lebih suka dan ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh’. Sedangkan Sutikno (2007:15) berpendapat “Minat merupakan kecenderungan   yang   tetap   untuk   memperhatikan   dan   mengenang   beberapa kegiatan. Menurut Muhibbin   Syah (2003:151) secara sederhana, minat (interest) berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap  sesuatu”. Minat  besar  sekali  pengaruhnya  terhadap  kegiatan  seseorang sebab dengan minat ia akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu. Dengan kata lain minat merupakan penyebab seseorang mengerjakan sesuatu yang diinginkannya. Minat belajar dapat kita definisikan sebagai ketertarikan dan kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan terlibat dalam aktivitas belajar   karena menyadari pentingnya atau bernilainya hal yang ia pelajari
Dalam penyelenggaraan proses belajar dikelas ada beberapa teori atau pandangan belajar yang diterapkan oleh sekolah dalam hal ini seorang pendidik. Salah satunya adalah teori atau pandangan belajar konstruktivisme. Teori belajar konstruktivisme menekankan bahwa pengetahuan itu adalah konstruksi (bentukan) dari diri sendiri. Dalam hal ini proses pembelajaran berpusat pada siswa sebagai  subjek  belajar.  Secara  sederhana  aliran  konstruktivisme  beranggapan bahwa pengetahuan  merupakan konstruksi dari  yang mengetahui sesuatu. Pengetahuan itu bukanlah suatu fakta yang tinggal ditemukan, melainkan suatu perumusan  yang diciptakan orang  yang sedang mempelajarinya. Jadi  seseorang yang belajar itu membentuk pengertian

 Sardiman (2011: 37-38) menjelaskan bahwa,

Dalam pandangan dan teori konstuktivisme, belajar merupakan proses aktif  dari si subjek untuk merekonstruksi makna, sesuatu entah itu teks, kegiatan dialog, pengalaman fisik dan lain-lain. Belajar merupakan  proses   mengasimilasikan  dan  menghubungkan pengalaman atau bahan yang dipelajarinya dengan pengertian yang sudah  dimiliki,  sehingga pengertiannya  menjadi  berkembang. Jadi, menurut teori konstruktivisme, belajar adalah kegiatan yang aktif dimana si subjek belajar membangun sendiri pengetahuannya. Sesuai dengan prisnsip-prisnsip tersebut, maka proses mengajar yang dilaksanakan oleh guru bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan dari guru ke subjek belajar/siswa, tetapi suatu kegiatan yang memungkinkan subjek belajar merekonstruksi sendiri pengetahuannya











B.     Identifikasi Masalah

1.      Hasil belajar siswa dalam pembelajarn BIOLOGI Materi Keanekaragaman Hayati. Masih banyak siswa yang mendapat nilai dibawah 80 dan rata-rata kelas hanya mencapai 70.
2.      Aktivitas siswa dalam pembelajaran BIOLOGI tentang Materi Keanekaragam Hayati masih rendah.kebanyakan siswa masih ribut dan belum siap menghadapi pembelajaran.

C.    Pembatasan Masalah

Kurangnya pengetahuan siswa tentang materi Keanekaragaman hayati maka penulis membatasi siswa maupun siswi menggunakan Handphon saat proses belajar berlangsung dan tidak berbicara saat berada diruang kelas.

D.    Rumusan Masalah

           Agar dapat kejelasan dan ketegasan yang menjadi masalah pokok dalam penelitian ini maka penulis memutuskan masalah agar tidak menimbulkan berbagai macam penafsiran yang berbeda
1.Bagaimana gambaran tingkat kreatifitas  siswa di SMK DR.WAHIDIN 
   MAKASSAR ?
2. Bagaimana peranan guru biologi dalam meningkatkan kreatifitas siswa 
    di SMK  DR.WAHIDIN MAKASSAR ?

E.     Tujuan Penelitian

        Berdasarkan masalah diatas. Maka penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahn yang dirumuskan. Secara rinci tujuan penelitian ini adalah :
            a. Untuk mengetahui tingkat krativitas anak di Smk
                Dr.Wahidin Makassar.
            b. Untuk mengetahui peran guru dalam
            meningkatkan kreativitas anak dalam mata         pelajaran biologi tentang keanekaragaman Hayati            di Smk Dr.Wahidin makasar .

F.     Hipotesis Penelitian

           Hipotesis ini merupakan dugaan sementara yang nantinya akan menjadi bahan acuan dalam pembahasan selanjutnya , maka penulis mengemukakan hipotesis ini sebagai berikut :
           1.   Tingkat kreativitas anak di SMK DR.WAHIDIN                  MAKASSAR sangat memuaskan. Mereka          dapat menciptakan ide-ide baru sekaligus           menciptakan hasil karya yang dapat    menumbuh    kembangkan kreatifitas mereka.
           2.    Peran guru sebagai pendidik ( nurturer )      merupakan    peran-peran yang berkaitan dengan          tugas-tugas    memberi bantuan dan dorongan.

G.    Kegunaan Penelitian
a.      Meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran pada pelajaran biologi tentang keanekaragaman hayati.
b.      Meningkatkan pemahaman siswa dalam pelajarn biologi tentang keaneka ragaman hayati.

H.    Definisi Istilah atau Definisi oprasional

Untuk memudahkan pemahaman dalam
penulisan karya tulis ilmiah ini maka terlebih dahulu
dikemukakan pengertian judul yang dimaksud.
Adapun judul penelitian ini adalah “PENGARUH MINAT BELAJAR SISWA KELAS X ( SEPULUH ) TERHADAP MATA PELAJARAN BIOLOGI . TENTANG KEANEKARAGAMAN HAYATI DISEKOLAH SMK DR.WAHIDIN MAKASSAR “
1.      Peranan adalah sesuatu yang jadi bagian atau memegang pimpinan terutama dalam terjadinya sesuatu hal atau peristiwa
2.      Siswa adalah komponen masukan dalam sistem pendidikan, yang selanjutnya diproses dalam pendidikan , sehingga menjadi manusia yang berkwalitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar