Sebaik apapun perlakuanku tetap saja aku yang dianggap salah. Salah jika aku terlalu baik terhadap saudara kandungku sendiri. Sehingga setiap kali mereka ingin berkata kepadaku saja mereka tak menyaringnya sampai ampasnyapun mereka masukka.
Entah dari mana penderitaanku dimulai. Aku tidak tau. Yang aku tau sudah cukup dan aku terlalu merasakan sakit.
Tahun kemarin ketika aku mau oprasi pengangkatan tumor seseorang yang dikatakan adik berniat baik padaku dan mebawarkan diri kepadaku untuk menemaniku dan menjagaku di rumah sakit. Tapi aku jahat. Saking jahatnya aku menolak kebaikannya. Aku tak ingin ditemani olehnya sebab aku masih ingat betul saat aku membutuhkan uang untuk membayar uang skripsiku dia tak ingin memberiku uang yang dikirim dari om'ku (Saudara Abbaku). Terus aku meminta bantuan pada tanteku (Saudara Mamaku) untuk meminta uang itu padanya sebab jika tidak dibayar dalam minggu ini. Aku tak bisa ikut ujian Skripsi. Padahal aku mengatakan padanya biar uang itu aku dulu yang mengambilnya sebab jika kuliahku sudah selesai toch semuanya bisa kau ambil. Tapi dia mengatakanku rakus. Iyya aku memang rakus. Terus dia tetap ngotot tak mau memberikan uang itu padaku. Oh iyya dia akan memberikan uang itu padaku jikalah aku datang padanya dan meminta maaf. Nahh baru uang itu dia kasi kepadaku. Saya memang salah dan sangat salah padamu adekku. Sebab kau selalu menelpon om' dan melarangnya mengirimkanku uang. Kata Tuhan aku disuruh sabar lagi. Is Oke....๐
Sampai" harusnya oprasiku jam 8 pagi dan harusnya pasien pertama yang dioprasi itu aku dari ketiga pasien yang melakukan oprasi. Tapi justru malah saya yang terakhir dikerja. Kenapa ? Sebab pembuluh daraku hampir peccah boo. Yaiyyalah kenapa tidak saya dibuat setres. Jujur demi allah aku berharap setelah oprasi aku tak ingin membuka mataku dan melihat dunia yang aku ingin lihat adalah alam lain. Sumpah saya cape jika selalu dituduh rakus uang. Aku tak ingin bermasalah sama saudaraku gara" uang. Lagi dan uang.
Kukira permasalahanku dengan saudaraku kuanggap itu yang terakhir tapu tidak lagi dan lagi tuhan mengujiku dengan pernikahanku di tahun 2019.
Saudara tertua dia sudah merencanakan untuk menikah pada tahun itu. Tapi aku tidak pernah mau mebikah tahun itu. Tapi lantaran saya didapat boncengan pergi rumah teman sama keluargaku 1 mobil. Ehhh udah dehhh besoknya om aku datang kerumah pagi" tepatnya jam 7 pagi. Kedor..kedor pintu terus aku bukka. Firasatky sudah tidak enak. Dan ternyata benar. Aku disuruh ikut sama saudara untuk nikah sama". Tapi apa yahhh antara mau sama tidak mau.
Maunya iyya. semua orang pastilah mau nikah cepat tapi tidak secepat ini juga. Masa aku disuruh ngebeng dinikahan orang yaaallah bikin malu. Sumpah demi allah.
Terus singkat cerita. Bla..bla..pacarku di telpon dan diajak cerita baik" dan akhirnya dia mau. Singkat prosesnya 1 minggu sudah cerita udah dehh aku nikah duluan dari pada dia yang kusebut kaka. Pihak calon suami minta dipercepat sebab mengejar akhir syawwal kata mereka. Dan pihak keluargaku menyetujuinya dan akhirnya aku dan suami menikah dengan uang panai seadanya dan semua sederhana tapi kami menikah soro kata orang bugis. Maksudnya nikah saja dulu resepsinya nanti sama kaka. Oke berselang 2 bulan kemudian resepsi pernikahanpun tiba. Aku tak tau menau soal lamming dan apalah itu. Yang aku tau hanya baju pengantinky saat resepsi besok aku yang tanggung sendiri. Sebab uang panaiku hanya sedikit. Yang lainnya saudara yang tanggung kann aku cuman ngebeng di resepsi orang. 2 hari sebelum resepsi mama dan saudara yg kedua tiba dari pulau sebelah. Saat malam resepsi entah dari mana dan entah apa yang sedang kulakukan saudara yang kedua bilang "wiya" Tanya suamimu bilang jangan suruh keluarganya datang banyak" kerna bukanmi disitu uangnya suamimu dipake belanja makanan untuk besok. Tapi uangnyami asdar (calon suaminya kaka pertama). Masyaallah tuhan seberat ini ujianmu. Aku hanya bisa terdiam dan mengelus dadaku yang begitu terasa sesaknya. Sebenarnya saat saudara kedua bilang begitu. Hati ini ingin sekali mengatakan sesuatu. Tapi aku berfikir banyak orang. Dan kalau aku berkomentar takutnya bakalan melebar sebab aku bukan tipikal orang yg pendiam. Alias mulut aku juga berbahaya. Tapi kupikir sudahlah disabarin ajah.
Hal paling membencikan itu ketika suamiku mengetahui diriku diperlakukan seperti itu dia hanya menyuruhku sabar. Sabar..dan sabar. Ahhh pokonya kalau suami diajak curhat pakbalki itu j saja bisa nasuruhkan k sabar k looo... porenu saya yang dikasi begitu.
Terus setelah resepsi selesai akupun dan suami tinggal serumah dengan kaka pertama sama adik yang tadinya tinggal bersama nenek sekarang ikut tinggal dirumah. Aku dan suamiku dibikinkan kamar baru. Berselang 3 bulan kemudian saya yang tadinya jarang dirumah sebab kerja dari pagi sampe malam diwarungnya tanteku. Keesokan harinya kakak pertama ngomong keaku. "Wiya mau itu datang mama urus k' uang pensiunnya abba ditaspen. Konsiki nahh bellikan k' mama tiket pulang pergi"? Terus aku jawab "iye". Tapi tidak bs'kaa banyak kerna kurang uangku. Dan yang bisa kubantukan cuman 500 ribu j'. Dan dia menyetujuinya kaka pertama bilang "iyyo" saya sama rapia ta'1 jutaku. Jawabku"iyyo". Tapi kalau mau dipikir kenapa tong maui pulang urus uang pensiunan almarhum "abba" toch yang semua masuk tunjangan pensiunan almarhum khan cuman anak pertama,kedua dan ketiga. Itu yang anak ke-empat tidak masuk. Lagi pula saya nda kudapat m' juga uang pensiunan almarhum jadi buat apa juga diurus. Khan masi adahi kirimannya om' yang dari palu walaupun cuman setahun 2x. Tapi sudahlah aku lagi dan lagi malas debat. Terus fikirku juga buat apa coba mau diongkosi mama pulang toch tidak lama j tinggal" di rumah. Paling lama 10 hari. Eee sia" sudah paling jarang pulang. Pas pulang kesini hanya sebentar. Ibarat kata cuman numpang buang angin. Saya juga mau kali tinggal lama" sama mama kandung. Yang setidaknya tinggallah sebulan atau dua bulan. So' kalau di ongkosi pulang pergi bukan uang sedikit dipake. Tapi sudahlah "Malas Debat".
Oke gak lama kemudian mama'ku pulang di bulan desember 2018-18 tepatnya hari selesa. Terus dijemput dibandara pake mobilnya tanteku dan aku yang bayar dan bawa mama pergi makan soalnya lagi mau makan ditempat ikan bakar. Dan alhamdulillah lagi ada rezeki juga dari suami. Keesokan harinya mama diantar sama suami pake mobil rental. Dan itu dibayar gak' gratis soalnya kita tidak punya mobil. Aku tidak ikut sebab aku jaga warung (Kerja) yahhh seminggu lebih mama' berada disini semua ongkosnya mama dan pengeluaran lainnya yang tanggung kaka pertama. Iyyalah jelas situ yang temani mama sebab saya khan kerja. Terus 3 hari sebelum mama pulang. Kaka pertama ngajakin "bilang ayo temani mama pergi dimertuaku"? Dengan polosnya diriku langsung bilang "iye". Terus aku bilang suamiku m saja bawa mobil dari pada ada sepupu dia dipanggil pasti dibayar k lagi. Kalau suamiku tidak j. Oke jalan" pergi bantaeng. Singgah pertama dipertamina aku isi bensin 100 ribu. Terus semua biyaya yang dikeluarkan mulai dari singgah makan dan masuk permandian kaka pertama bayar entahlah mati" berapa. Intinya saya tdk tau. Terus sampai dirumah. Mama minta kerumahnya mertuaku otomatis itu mobil dilanjut dong rentalnya khan gak' mungkin mereka di antar jemput pake motor. Mungkin bisa saja tali cape booo. Belum lagi perut gw yang makin besar. Dan aku sama suami lagi" berfikir mending dilanjut m rental mobil sampai besok kerna mau diantar mama lagi pergi bandara. Khan kalau dikasi pulang juga salah". Oke tiba masanya hari jum'at tepat tgl 28. Gw minta uang rental sama kaka pertama 400 sisanya saya. Dan semuanya harga rental mobil selama 2 hari stengah itu totalnya 650. Dan waktu kemertuaku saya j mau bayar k mobil itu satu hari. 250. Ehh dianya gak' mau dia maunya dibagi 2 dan katanya takkala sudah natanya suaminya bede 250 j' nabayar mobil. Pikir aku yang tolo. Gimana caranya dia tanya suaminya harga rental mobil gitu. Oke hitungannya khan kalau diambil jam 6 sore pati besoknya kembali jam 6 sire nahh kita dari rumahnya mertuanya ajah itu sampe dirumah jam 12 malam. Itu ajah udah masuk 1 hari stengah neng. Terus dia mauya itu mobil sudah dipake harusnya dikembalikan malam itu juga. Hehhh lo'kira suami gw engga cape apa bawa mobil terus hah.
Terus gw diam. Ehhh dia banyak ngoceh sampe-sampe nyebutin satu persatu dan rinciin ke aku tentang berapa uangnya yang keluar selama mama ada dirumah dan tanpa terkecuali diasebutin juga barang-barang yang dia belli untu rumah seperti minyak.sabun dan sembako lainnya. Paling bikin sakit hati dehh tuch dia sebutin juga. Kata dia nihh yahh" bagusko itu tidak ngontrak rumah jeko. Masih tinggal'ko dirumah. Kalaungotrakkoitu lebih banyak lagi ongkosmu". Katanya lagi sudah saya tongpa bede jarang belanja sembako". Dan tanpa terasa air mataku jatuh. Pikirku kok' tega sekali saudaraku mengeluarkan kata" seperti itu. Aku berfikir andaikan saya tidak lagi hamil besar sudah bakalan saya tampar mulutnya. Padahal kalau mau dilikir belanja jeka kasian sembako tapi sebulan sekaliji kernapikirku "saya khan jarang tinggal dirumah. Makan dirumahpun dalam sebulan bisaji dihutung kasian
"Ibarat kata saya tinggal dirumah cuman numpang tidur sama mencuci baju. Itu doang". Terus kenapa saya mau belanja sembako banyak". Kaka pertama khan belanja sembako 2 bulan sekali dan saya hanya sebulan sekali. Saya khan sama suami lebih banyak diluar dan makan diluar kasian.
Tak kusangka selama ini dia tidak ikhlas belanja sembako. Dan tidak ikhlas aku dan suami tinggal seatas sama dia. Ibarat kata kalau engga ikhlas jangan dikerjakan. Sebab jikah disebut maka akan berguguran semua amal kebaikan kita.
Yahh tidak heranlah saya diperlakukan seperti itu sebab rumah yang sekarang ditinggali khan atas nama dia. Jadi mau-mau dia ngusir saya kapan saja.
Terus paling bikin emosi juga aku bikin status di sosmed trs' dikomen sama kaka kedua. Dia tanya. Kenapako lagi wiya ? Ehhh saya cerita soal kejadian ini malah dia bilang saya memang salah. Dan dia bilang lagi katanya sifatku jellek. Sampe" nene saja bede bilang itu wiya kaya mau semua namusuhi tantenya. Nahh sampe sekarang belum peka ini pergi dineneku dan tanyaki. Jujur geram sekali mulut saya ini. Sampe-sampe saya bertanya-tanya sejelek apa sebenarnya sifatku.
This Is real :) X_X
Menjadi seorang Guru bukan hal yang mudah kerna kita dituntut untuk menjadi contoh yang baik bukan malah menjadi contoh yang buruk.
Kamis, 10 Januari 2019
Rabu, 26 Oktober 2016
Pembuatan KTI ( PROPOSAL )
PENGARUH MINAT BELAJAR SISWA KELAS X (
SEPULUH ) TERHADAP MATA PELAJARAN BIOLOGI . TENTANG KEANEKARAGAMAN HAYATI
DISEKOLAH SMK DR.WAHIDIN MAKASSAR
Oleh
RABIA`AH AL ADAWIYYAH
NIM : 1384205042
NIM : 1384205042
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
STKIP BIOLOGI
MAROS MAKASSAR
2016
STKIP BIOLOGI
MAROS MAKASSAR
2016
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pendidikan
merupakan hal yang penting didalam kehidupan dimana Pendidikan dapat menyiapkan
manusia-manusia yang mampu mempertahankan. mempertinggi kualitas kehidupannya sehingga dapat meningkatkan pembangunan manusia seutuhnya. Menurut Adrian (2004) pendidikan adalah usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi
Sumber Daya Manusia (SDM) melalui kegiatan pembelajaran.
Menurut Nana Sudjana
(1989:39) “hasil belajar
yang dicapai siswa dipengaruhi
oleh dua faktor utama yakni faktor dari dalam diri siswa itu dan faktor
yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan”. Salah satu faktor internal
(faktor dari dalam diri siswa) yang
turut menentukan keberhasilan belajar siswa adalah
minat. Minat menjadi sumber motivasi
yang kuat untuk belajar dan menjadi penyebab partisipasi dan keaktifan
siswa dalam kegiatan pembelajaran. Tanpa adanya minat belajar dalam diri siswa, maka akan
mengakibatkan
kurang
optimalnya hasil dalam proses pembelajaran. Dikatakan demikian karena menurut Slameto (2003:108)
siswa yang memiliki minat terhadap subjek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subjek tersebut. Untuk
membangkitkan minat belajar siswa, guru memiliki peranan yang penting. Guru harus kreatif menciptakan metode penyampaian materi karena cara mengajar
guru dapat mempengaruhi tinggi atau rendahnya minat belajar siswa.
Minat pada
dasarnya adalah penerimaan
akan suatu hubungan antara diri
sendiri dengan sesuatu diluar diri. Semakin kuat atau
dekat hubungan tersebut, semakin besar minatnya.
Menurut Slameto (dalam H. Djali, 2008:121) “minat adalah rasa lebih suka dan ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas
tanpa ada yang
menyuruh’. Sedangkan Sutikno (2007:15)
berpendapat “Minat merupakan
kecenderungan yang tetap untuk
memperhatikan dan
mengenang beberapa kegiatan. Menurut
Muhibbin Syah (2003:151) secara sederhana, minat (interest)
berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu”. Minat besar sekali pengaruhnya terhadap kegiatan seseorang sebab dengan minat ia akan melakukan sesuatu yang diminatinya.
Sebaliknya tanpa minat seseorang
tidak mungkin melakukan sesuatu. Dengan kata lain minat
merupakan penyebab seseorang
mengerjakan sesuatu yang diinginkannya. Minat belajar dapat kita definisikan sebagai ketertarikan dan kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan terlibat
dalam aktivitas belajar
karena menyadari pentingnya atau bernilainya hal yang ia pelajari
Dalam penyelenggaraan proses belajar dikelas ada
beberapa teori atau pandangan belajar yang diterapkan
oleh sekolah dalam hal ini seorang
pendidik. Salah satunya adalah teori atau pandangan
belajar konstruktivisme. Teori belajar konstruktivisme menekankan bahwa pengetahuan itu adalah konstruksi
(bentukan) dari diri sendiri. Dalam hal ini proses pembelajaran
berpusat pada siswa sebagai subjek belajar. Secara sederhana aliran konstruktivisme beranggapan
bahwa pengetahuan merupakan
konstruksi dari yang mengetahui
sesuatu. Pengetahuan itu bukanlah
suatu fakta yang tinggal ditemukan, melainkan suatu perumusan yang diciptakan orang yang
sedang mempelajarinya. Jadi
seseorang yang belajar itu membentuk pengertian
Sardiman
(2011: 37-38) menjelaskan bahwa,
Dalam pandangan dan teori konstuktivisme, belajar
merupakan proses aktif dari si subjek untuk merekonstruksi
makna, sesuatu entah itu teks, kegiatan
dialog, pengalaman fisik dan lain-lain. Belajar merupakan proses
mengasimilasikan dan menghubungkan pengalaman atau bahan yang dipelajarinya dengan pengertian yang
sudah dimiliki, sehingga pengertiannya menjadi berkembang. Jadi, menurut teori konstruktivisme, belajar adalah kegiatan yang
aktif dimana si subjek belajar membangun
sendiri pengetahuannya. Sesuai dengan prisnsip-prisnsip tersebut,
maka proses mengajar
yang dilaksanakan oleh guru bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan dari guru ke subjek belajar/siswa,
tetapi suatu kegiatan yang memungkinkan subjek belajar
merekonstruksi sendiri pengetahuannya
B. Identifikasi Masalah
1.
Hasil belajar siswa dalam pembelajarn BIOLOGI Materi
Keanekaragaman Hayati. Masih banyak siswa yang mendapat nilai dibawah 80 dan
rata-rata kelas hanya mencapai 70.
2.
Aktivitas siswa dalam pembelajaran BIOLOGI tentang Materi
Keanekaragam Hayati masih rendah.kebanyakan siswa masih ribut dan belum siap
menghadapi pembelajaran.
C. Pembatasan Masalah
Kurangnya pengetahuan siswa
tentang materi Keanekaragaman hayati maka penulis membatasi siswa maupun siswi
menggunakan Handphon saat proses belajar berlangsung dan tidak berbicara saat
berada diruang kelas.
D. Rumusan Masalah
Agar
dapat kejelasan dan ketegasan yang menjadi masalah pokok dalam penelitian ini
maka penulis memutuskan masalah agar tidak menimbulkan berbagai macam
penafsiran yang berbeda
1.Bagaimana gambaran tingkat
kreatifitas siswa di SMK DR.WAHIDIN
MAKASSAR ?
2. Bagaimana peranan guru biologi
dalam meningkatkan kreatifitas siswa
di SMK
DR.WAHIDIN MAKASSAR ?
E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan masalah diatas. Maka penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahn yang dirumuskan. Secara rinci tujuan penelitian ini adalah :
a.
Untuk mengetahui tingkat krativitas anak di Smk
Dr.Wahidin Makassar.
b.
Untuk mengetahui peran guru dalam
meningkatkan kreativitas anak dalam mata pelajaran biologi tentang keanekaragaman Hayati di Smk Dr.Wahidin makasar .
meningkatkan kreativitas anak dalam mata pelajaran biologi tentang keanekaragaman Hayati di Smk Dr.Wahidin makasar .
F. Hipotesis Penelitian
Hipotesis
ini merupakan dugaan sementara yang nantinya akan menjadi bahan acuan dalam
pembahasan selanjutnya , maka penulis mengemukakan hipotesis ini sebagai
berikut :
1. Tingkat kreativitas anak di SMK
DR.WAHIDIN MAKASSAR sangat memuaskan. Mereka dapat menciptakan ide-ide baru sekaligus menciptakan hasil karya yang dapat menumbuh kembangkan
kreatifitas mereka.
2. Peran guru sebagai pendidik ( nurturer )
merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas-tugas
memberi bantuan dan dorongan.
G. Kegunaan Penelitian
a.
Meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun perencanaan
pembelajaran pada pelajaran biologi tentang keanekaragaman hayati.
b.
Meningkatkan pemahaman siswa dalam pelajarn biologi
tentang keaneka ragaman hayati.
H. Definisi Istilah atau Definisi oprasional
Untuk memudahkan pemahaman dalam
penulisan karya tulis ilmiah ini maka terlebih dahulu
dikemukakan pengertian judul yang dimaksud.
Adapun
judul penelitian ini adalah “PENGARUH MINAT BELAJAR SISWA KELAS X ( SEPULUH
) TERHADAP MATA PELAJARAN BIOLOGI . TENTANG KEANEKARAGAMAN HAYATI DISEKOLAH SMK
DR.WAHIDIN MAKASSAR “
1.
Peranan adalah sesuatu yang jadi bagian atau memegang
pimpinan terutama dalam terjadinya sesuatu hal atau peristiwa
2.
Siswa adalah komponen masukan dalam sistem pendidikan, yang
selanjutnya diproses dalam pendidikan , sehingga menjadi manusia yang
berkwalitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
CONTOH LKS BIOLOGI UNTUK TUGAS SEMESTER V
NAMA : Rabi`ah Al_Adawiyyah
NIM : 138450 42
BIOLOGI : II ( Dua )
| METABOLISME |
|
LEMBAR KERJA SISWA
|
Standar Kompetensi
|
:
|
2.1.Memahami pentingnya proses metabolisme pada
organisme
|
|
Kompetensi Dasar
|
:
|
2.1.1 Mendeskripsikan fungsi enzim dalam
proses metabolisme
|
|
Indikator
|
:
|
-
Mendeskripsikan
struktur enzim
-
Menguji
kerja enzim dengan enzim
|
|
Waktu
|
:
|
2 x 45 menit
|
|
Materi :
|
:
|
|
METABOLISME
Metabolisme merupakan suatu
totalitas proses kimia yang berlangsung di dalam sel. Proses tersebut hanya
dapat berlangsung bila terdapat materi atau zat yang bereaksi dan mendukung
energi proses metabolisme tersebut. Disamping dua komponen tersebut, masih ada
lagi molekul yang mutlak diperlukan agar metabolisme berlangsung, molekul
tersebut adalah ATP dan enzim. Metabolisme digolongkan menjadi
dua fase yaitu Anabolisme (biosintesis) merupakan fase pembentukan molekul
pemula yang lebih kecil disusun menjadi makromolekul besar yang merupakan
komponen sel, seperti protein dan asam nukleat dan Katabolisme merupakan
fase pemecahan yang menyebabkan molekul organik nutrien seperti karbohidrat,
protein dan lemak terurai menjadi produk akhir yang lebih kecil dan sederhana
seperti asam alktat, CO₂, dan
amonia dengan menghasilkan energi.
ENZIM
Menurut Kuhne (1878), enzim berasal dari kata in + zyme yang berarti sesuatu dalam ragi. Menurut Mayrback (1952), enzim adalah senyawa protein yang dapat mengatalisi reaksi-reaksi kimia dalam sel da jaringan mahluk hidup. Dari hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa ENZIM adalah biokatalisator, yang artinya senyawa organik berupa protein bermolekul besar yang dapat mempercepat jalannya reaksi-reaksi metabolisme tanpa mengalami perubahan struktur kimia.
Enzim berperan untuk mempercepat reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup, tetapi enzim itu sendiri tidak ikut bereaksi.
Menurut Kuhne (1878), enzim berasal dari kata in + zyme yang berarti sesuatu dalam ragi. Menurut Mayrback (1952), enzim adalah senyawa protein yang dapat mengatalisi reaksi-reaksi kimia dalam sel da jaringan mahluk hidup. Dari hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa ENZIM adalah biokatalisator, yang artinya senyawa organik berupa protein bermolekul besar yang dapat mempercepat jalannya reaksi-reaksi metabolisme tanpa mengalami perubahan struktur kimia.
Enzim berperan untuk mempercepat reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup, tetapi enzim itu sendiri tidak ikut bereaksi.
Secara internasional enzim dikelompokkan menjadi 6 kelas
yaitu :
- Oksidoreduktase : enzim yang berperan dalam pemindahan electron (redoks).
- Transterase : enzim yang berperan dalam pemindahan gugus fungsionil.
- Hidrolase : enzim yang membantu dalam proses hidrolisis (pemindahan gugus fungsional ke air).
- Liase : enzim yang berperan dalam penambahan gugus pada ikatan ganda atau sebaliknya.
- Isomerase : enzim yang berperan dalam reaksi pemindahan dalam molekul menghasilkan bentuk isomer.
- Ligase : emzim yang membantu dalam reaksi pembentukan ikatan C-C, C-S, C-O, dan C-Noleh reaksi kondensasi yang berkaitan dengan Penguraian ATP. (Thenawijaya: 1988)
1. Komponen Enzim
Enzim merupakan senyawa organik berupa protein yang berfungsi sebagai katalis dalam metabolisme tubuh, sehingga disebut juga biokatalisator.
Komponen penyusun enzim terdiri dari :
1. Apoenzim, yaitu bagian enzim aktif yang tersusun atas protein yang bersifat labil (mudah berubah) terhadap faktor lingkungan, dan
2. Kofaktor,yaitu komponen non protein yang berupa :
a. Ion-ion anorganik (aktivator)
Berupa logam yang berikatan lemah dengan enzim, Fe, Ca, Mn, Zn, K, Co. Ion klorida, ion kalsium merupakan contoh ion anorganik yang membantu enzim amilase mencerna karbohidrat (amilum)
b. Gugus prostetik
Berupa senyawa organik yang berikatan kuat dengan enzim, FAD (Flavin Adenin Dinucleotide), biotin, dan heme merupakan gugus prostetik yang mengandung zat besi berperan memberi kekuatan ekstra pada enzim terutama katalase, peroksidae, sitokrom oksidase.
Koenzim Berupa molekul organik non protein kompleks, seperti NAD (Nicotineamide Adenine Dinucleotide), koenzim-A, ATP, dan vitamin yang berperan dalam memindahkan gugus kimia, atom, atau elektron dari satu enzim ke enzim lain.
Holoenzim.Enzim yang terikat dengan kofaktor disebut
2. Sifat Enzim
Enzim mempunyai sifat-siat sebagai berikut:
1. Biokatalisator, mempercepat jalannya reaksi tanpa ikut bereaksi.
2. Thermolabil; mudah rusak, bila dipanasi lebih dari suhu 60ยบ C, karenaenzim tersusun dari protein yang mempunyai sifat thermolabil.
3. Merupakan senyawa protein sehingga sifat protein tetap melekat pada enzim.
4. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit, sebagai biokatalisator, reaksinyasangat cepat dan dapat digunakan berulang-ulang.
5. Bekerjanya ada yang di dalam sel (endoenzim) dan di luar sel (ektoenzim), contoh ektoenzim: amilase,maltase.
6. Umumnya enzim bekerja mengkatalisis reaksi satu arah, meskipun ada juga yang mengkatalisis reaksi dua arah, contoh : lipase, mengkatalisis pembentukan dan penguraian lemak.
lipase
Lemak + H2O <==============> Asam lemak + Gliserol
7. Bekerjanya spesifik ; enzim bersifat spesifik, karena bagian yang aktif (permukaan tempat melekatnya substrat) hanya setangkup dengan permukaan substrat tertentu.
8. Umumnya enzim tak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non protein tambahan.
3. Cara Kerja Enzim
Salah satu ciri khas enzim yaitu bekerja secara spesifik.
Artinya, enzim hanya dapat bekerja pada substrat tertentu. Bagaimana cara kerja
enzim? Beberapa teori berikut menjelaskan tentang cara kerja enzim.
a. Lock and Key Theory (Teori Gembok dan Kunci)
Teori ini dikemukakan oleh Fischer (1898). Enzim
di-umpamakan sebagai gembok yang mempunyai bagian kecil dan dapat mengikat
substrat. Bagian enzim yang dapat berikatan dengan substrat disebut sisi aktif.
Substrat diumpamakan kunci yang dapat berikatan dengan sisi aktif enzim.
Perhatikan animasi berikut.
b. Induced Fit Theory (Teori Ketepatan Induksi)
Sisi aktif enzim bersifat fleksibel sehingga dapat berubah
bentuk menyesuaikan bentuk substrat. Perhatikan animasi berikut :
4. Faktor faktor yang mempengaruhi kerja
Aktivitas enzim ternyata dipengaruhi banyak faktor. Faktor-faktor tersebut menentukan afektivitas kerja suatu enzim. Apabila factor tersebut berada dalam kondisi yang optimum, maka kerja enzim juga akan maksimal.
Beberapa faktor yang mempengaruhi kerja enzim :
4. Faktor faktor yang mempengaruhi kerja
Aktivitas enzim ternyata dipengaruhi banyak faktor. Faktor-faktor tersebut menentukan afektivitas kerja suatu enzim. Apabila factor tersebut berada dalam kondisi yang optimum, maka kerja enzim juga akan maksimal.
Beberapa faktor yang mempengaruhi kerja enzim :
1. Suhu
(temperature)
Oleh karena reaksi kimia dapat dipengaruhi oleh suhu, maka reaksi yang menggunakan katalis enzim dapat dipengaruhi oleh suhu. Pada suhu rendah reaksi kimia berlangsung lambat, sedangkan pada suhu yang lebih tinggi reaksi berlangsung lebih cepat. Disamping itu, karena enzim itu adalah suatu protein, maka kenaikan suhu dapat menyebabkan terjadinya proses denaturasi. Apabila terjadi proses denaturasi, maka bagian aktif enzim akan terganggu dan dengan demikian konsentrasi efektif enzim menjadi berkurang dan kecepatan reaksinya pun akan menurun. Kenaikan suhu sebelum terjadinya proses denaturasi dapat menaikkan kecepatan reaksi.
Oleh karena reaksi kimia dapat dipengaruhi oleh suhu, maka reaksi yang menggunakan katalis enzim dapat dipengaruhi oleh suhu. Pada suhu rendah reaksi kimia berlangsung lambat, sedangkan pada suhu yang lebih tinggi reaksi berlangsung lebih cepat. Disamping itu, karena enzim itu adalah suatu protein, maka kenaikan suhu dapat menyebabkan terjadinya proses denaturasi. Apabila terjadi proses denaturasi, maka bagian aktif enzim akan terganggu dan dengan demikian konsentrasi efektif enzim menjadi berkurang dan kecepatan reaksinya pun akan menurun. Kenaikan suhu sebelum terjadinya proses denaturasi dapat menaikkan kecepatan reaksi.
2. Derajat keasaman
(pH)
Perubahan pH dapat mempengaruhi perubahan asam amino kunci pada sisi aktif enzim, sehingga menghalangi sisi aktif bergabung dengan substratnya. Setiap enzim dapat bekerja baik pada pH optimum, masing-masing enzim memiliki pH optimum yang berbeda. Sebagai contoh : enzim amilase bekerja baik pada pH 7,5 (agak basa), sedangkan pepsin bekerja baik pada pH 2 (asam kuat/sangat asam)
Perubahan pH dapat mempengaruhi perubahan asam amino kunci pada sisi aktif enzim, sehingga menghalangi sisi aktif bergabung dengan substratnya. Setiap enzim dapat bekerja baik pada pH optimum, masing-masing enzim memiliki pH optimum yang berbeda. Sebagai contoh : enzim amilase bekerja baik pada pH 7,5 (agak basa), sedangkan pepsin bekerja baik pada pH 2 (asam kuat/sangat asam)
3. Konsentrasi enzim
Kecepatan reaksi dipengaruhi oleh konsentrasi enzim, makin besar konsentrasi enzim makin tinggi pula kecepatan reaksi, dengan kata lain konsentrasi enzim berbanding lurus dengan kecepatan reaksi.
Kecepatan reaksi dipengaruhi oleh konsentrasi enzim, makin besar konsentrasi enzim makin tinggi pula kecepatan reaksi, dengan kata lain konsentrasi enzim berbanding lurus dengan kecepatan reaksi.
4. Konsentrasi
substrat
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa dengan konsentrasi enzim yang tetap, maka pertambahan konsentrasi substrat akan menaikkan kecepatan reaksi.
Peningkatan konsentransi substrat dapat meningkatkan kecepatan reaksi bila jumlah enzim tetap. Namun pada saat sisi aktif semua enzim berikatan dengan substrat, penambahan substrat tidak dapat meningkatkan kecepatan reaksi enzim selanjutnya
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa dengan konsentrasi enzim yang tetap, maka pertambahan konsentrasi substrat akan menaikkan kecepatan reaksi.
Peningkatan konsentransi substrat dapat meningkatkan kecepatan reaksi bila jumlah enzim tetap. Namun pada saat sisi aktif semua enzim berikatan dengan substrat, penambahan substrat tidak dapat meningkatkan kecepatan reaksi enzim selanjutnya
5. Aktifator dan
inhibitor
Aktivator merupakan molekul yang mempermudah ikatan antara enzim dengan substratnya, misalnya ion klorida yang bekerja pada enzim amilase. Inhibitor merupakan suatu molekul yang menghambat ikatan enzim dengan substratnya. Inhibitor akan berikatan dengan enzim membentuk kompleks enzim-inhibitor.
Ada 2 jenis inhibitor, yaitu :
- Inhibitor kompetitif
Molekul penghambat yang strukturnya mirip substrat, sehingga molekul tersebut berkompetisi dengan substrat untuk bergabung pada sisi aktif enzim. Contoh : sianida bersaing dengan oksigen untuk mendapatkan Hemoglobin pada rantai akhir respirasi. Inhibitor kompetititf dapat diatasi dengan penambahan konsentrasi substrat.
- Inhibitor nonkompetitif
Molekul penghambat yang bekerja dengan cara melekatkan diri pada bagian bukan sisi aktif enzim. Inhibitor ini menyebabkan sisi aktif berubah sehingga tidak dapat berikatan dengan substrat. Inhibitor nonkompetitif tidak dapat dipengaruhi oleh konsentrasi substrat.
Aktivator merupakan molekul yang mempermudah ikatan antara enzim dengan substratnya, misalnya ion klorida yang bekerja pada enzim amilase. Inhibitor merupakan suatu molekul yang menghambat ikatan enzim dengan substratnya. Inhibitor akan berikatan dengan enzim membentuk kompleks enzim-inhibitor.
Ada 2 jenis inhibitor, yaitu :
- Inhibitor kompetitif
Molekul penghambat yang strukturnya mirip substrat, sehingga molekul tersebut berkompetisi dengan substrat untuk bergabung pada sisi aktif enzim. Contoh : sianida bersaing dengan oksigen untuk mendapatkan Hemoglobin pada rantai akhir respirasi. Inhibitor kompetititf dapat diatasi dengan penambahan konsentrasi substrat.
- Inhibitor nonkompetitif
Molekul penghambat yang bekerja dengan cara melekatkan diri pada bagian bukan sisi aktif enzim. Inhibitor ini menyebabkan sisi aktif berubah sehingga tidak dapat berikatan dengan substrat. Inhibitor nonkompetitif tidak dapat dipengaruhi oleh konsentrasi substrat.
6. Waktu
Waktu kontak/reaksi antar enzim dan substrat menentukan efektivitas kerja enzim. Semakin lama waktu reaksi maka kerja enzim juga akan semakin optimum.(Pradhana.2008)
Waktu kontak/reaksi antar enzim dan substrat menentukan efektivitas kerja enzim. Semakin lama waktu reaksi maka kerja enzim juga akan semakin optimum.(Pradhana.2008)
7. Konsentrasi ion
Hidrogen
Kecepatan dari hampir semua reaksi enzim yang terkatalisis menunjukkan ketergantungan yang signifikan dari konsentrasi ion hydrogen. Kebanyakan enzim intraseluler menunjukkan aktivitas optimal pada nilai pH 5 dan 9. Hubungan dari aktivitas konsentrasi ion H menunjukkan keseimbangan antara denaturasi enzim pada pH yang tinggi dan rendah serta efek pada enzim, substrat, atau keduanya.(aurel.2010)
Kecepatan dari hampir semua reaksi enzim yang terkatalisis menunjukkan ketergantungan yang signifikan dari konsentrasi ion hydrogen. Kebanyakan enzim intraseluler menunjukkan aktivitas optimal pada nilai pH 5 dan 9. Hubungan dari aktivitas konsentrasi ion H menunjukkan keseimbangan antara denaturasi enzim pada pH yang tinggi dan rendah serta efek pada enzim, substrat, atau keduanya.(aurel.2010)
8. Ion logam
Ion-ion logam, yang menjalankan peranan katalitik dan structural pada lebih seperempat dari semua enzim yang dikenal dapat pula mengisi peranan pengatur, khususnya bagi reaksi dimana ATP merupakan substrat. Kalau kompleks ATP ion logam tersebut merupakan substrat, aktifitas maksimal secara khas akan terlihat pada rasio molar ATP terhadap logam di sekitar satu. Kelebihan logam atau kelebihan ATP merupakan hambatan karena senyawa-senyawa nukleosida di– dan trifosfat membentuk kompleks yang stabil dengan kation-kation dwi-valensi, konsentrasi intraseluler nukleotida dapat mempengaruhi konsentrasi intraseluler ion-ion logam bebas dan dengan demikian mempengaruhi pula aktivitas enzim-enzim tertentu.
Ion-ion logam, yang menjalankan peranan katalitik dan structural pada lebih seperempat dari semua enzim yang dikenal dapat pula mengisi peranan pengatur, khususnya bagi reaksi dimana ATP merupakan substrat. Kalau kompleks ATP ion logam tersebut merupakan substrat, aktifitas maksimal secara khas akan terlihat pada rasio molar ATP terhadap logam di sekitar satu. Kelebihan logam atau kelebihan ATP merupakan hambatan karena senyawa-senyawa nukleosida di– dan trifosfat membentuk kompleks yang stabil dengan kation-kation dwi-valensi, konsentrasi intraseluler nukleotida dapat mempengaruhi konsentrasi intraseluler ion-ion logam bebas dan dengan demikian mempengaruhi pula aktivitas enzim-enzim tertentu.
KATABOLISME
Katabolisme adalah reaksi pemecahan / pembongkaran senyawa kimia kompleks yang mengandung energi tinggi menjadi senyawa sederhana yang mengandung energi lebih rendah. Tujuan utama katabolisme adalah untuk membebaskan energi yang terkandung di dalam senyawa sumber. Energi yang lepas tersebut digunakan untuk membentuk adenosin trifosfat (ATP), yang merupakan sumber energi untuk seluruh aktivitas kehidupan. Bila pembongkaran suatu zat dalam lingkungan cukup oksigen (aerob) disebut proses respirad, bila dalam lingkungan tanpa oksigen (anaerob) disebut fermentasi.
Contoh katabolisme :
a. Respirasi aerob (respirasi dengan menggunakan O2)
Respirasi pada Glukosa, reaksi sederhananya:
C6H1206 + 6 02 ———————————> 6 H2O + 6 CO2 + Energi
(glukosa)
Ada empat langkah dalam proses respirasi
1. Glikolisis : Proses pengubahan atom C6 menjadi C3
2. Dekarboksilasi Oksidatif (reaksi antara) : Proses pengubahan atom C3 menjadi C2
3. Siklus Krebs : Proses pengubahan atom C2 menjadi C1
4. Transfer Elektron : Proses pengepakan energi.
1. Glikolisis
Katabolisme adalah reaksi pemecahan / pembongkaran senyawa kimia kompleks yang mengandung energi tinggi menjadi senyawa sederhana yang mengandung energi lebih rendah. Tujuan utama katabolisme adalah untuk membebaskan energi yang terkandung di dalam senyawa sumber. Energi yang lepas tersebut digunakan untuk membentuk adenosin trifosfat (ATP), yang merupakan sumber energi untuk seluruh aktivitas kehidupan. Bila pembongkaran suatu zat dalam lingkungan cukup oksigen (aerob) disebut proses respirad, bila dalam lingkungan tanpa oksigen (anaerob) disebut fermentasi.
Contoh katabolisme :
a. Respirasi aerob (respirasi dengan menggunakan O2)
Respirasi pada Glukosa, reaksi sederhananya:
C6H1206 + 6 02 ———————————> 6 H2O + 6 CO2 + Energi
(glukosa)
Ada empat langkah dalam proses respirasi
1. Glikolisis : Proses pengubahan atom C6 menjadi C3
2. Dekarboksilasi Oksidatif (reaksi antara) : Proses pengubahan atom C3 menjadi C2
3. Siklus Krebs : Proses pengubahan atom C2 menjadi C1
4. Transfer Elektron : Proses pengepakan energi.
1. Glikolisis
- Berlangsung di sitoplasma,
- Dapat berlangsung secara aerob maupun anaerob,
- Terdapat kegiatan enzimatis dan ATP (Adenosin Trifosfat) serta ADP (Adenosin Difosfat)
- ADP dan ATP berperan dalam pemindahan fosfat dari molekul satu ke molekul lain
Perhatikan skema proses glikolisis di bawah ini :
Ada empat langkah dalam proses respirasi
dari skema diatas dapat dilihat, hasil akhir dari Glikolisis
adalah (1 molekul glukosa) :
- 2 molekul Asam Piruvat
- 2 molekul NADH
- 2 molekul ATP
2. Dekarboksilasi Oksidatif (siklus antara)
yaitu pengubahan Asam Piruvat (3antom C) menjadi Asetil Ko.A
(2 atom C)
Perhatikan skema proses di bawah ini :
Hasil Dekarboksilasi Oksidatif adalah (2 molekul Asam
Piruvat)
- 2 molekul Asetil Ko.a
- 2 molekul NADH
- 2 molekul CO2
3. Siklus Kreb
- terjadi pengubahan Asetil KoA ( 2 atom C) menjadi CO2 (1 atom C)
- berlangsung dalam matriks mitokondria
- terjadi secara aerob
Perhatikan Sekma Siklus Kreb dibawah ini :
Hasil akhir siklus kreb
- 6 molekul NADH
- 2 molekul FADH
- 2 molekul ATP
- 4 molekul CO2
4. Tranfer Elektron
- Terjadi pada membran dalam mitokondria
- Hidrogen (dari proses
sebelumnya) yang tergabung dalam NADH dan FADH2 akan diubah menjadi
elektron dan proton serta mengjasilkan ATP, dimana :
1 molekul NADH akan diubah menjadi 3 ATP
1 molekul FADH2 akan diubah menjadi 2 ATP - Oksigen adalah akseptor elektrok yang terakhir. Setelah menerima elektron, O2 akan berikatan dengan H+ membentuk H2O
Hasil total yang di hasilkan pada proses respirasi aerob
adalah
Secara keseluruhan peristiwa respirasi aerob dapat
digambarkan dengan power point berikut :
b. Respirasi an aerob
Pada kebanyakan tumbuhan den hewan respirasi yang berlangsung adalah respirasi aerob, namun demikian dapat saja terjadi respirasi aerob terhambat pada sesuatu hal, maka hewan dan tumbuhan tersebut melangsungkan proses fermentasi yaitu proses pembebasan energi tanpa adanya oksigen, nama lainnya adalah respirasi anaerob.
Dari hasil akhir fermentasi, dibedakan menjadi fermentasi asam laktat/asam susu dan fermentasi alkohol.
Pertanyaan :
1. a. Apa yang dimaksud dengan enzim ?
b. Sebutkan komponen penyusun dari enzim
2. Jelaskan
sifat-sifat enzim!
3. Jelaskan
faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas
kerja enzim!
4. Suatu
enzim dapat bekerja aktif menghidrolisis suatu substrat apabila ada ikatan
antara substrat dan enzim. Ada dua mekanisme kerja enzim yaitu menurut teori
lock and key dan teori induced fit.
Jelaskan kedua teori tersebut, lengkapi dengan gambar!
|
Gambar Teori Lock and key
|
||||||||||||||||||||||
|
Gambar Teori Induced Fit
|
||||||||||||||||||||||
5. Bagaimanakah
aturan penamaan suatu enzim? Berikan beberapa contohnya!
|
Nilai :
|
|
Paraf Guru :
|
|
Catatan :
|
Langganan:
Postingan (Atom)